Tampilkan postingan dengan label kopi muria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kopi muria. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2018

KOPI JEPARA DARI KAWASAN PEGUNUNGAN MURIA JEPARA


KOPI JEPARA DARI KAWASAN PEGUNUNGAN MURIA JEPARA

KOPI JEPARA DARI KAWASAN PEGUNUNGAN MURIA JEPARA

Jepara termasuk kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian wilayahnya berada di lereng pegunungan tepatnya di lereng gunung muria, yang mana daerah tersebut sebagian besar lahannya dimanfaatkan sebagai lahan tanaman kopi yang hasilnya biasa disebut kopi jepara  atau kopi muria jepara. Gunung muria sendiri merupakan kelompok gunung api sekunder yang sudah tidak aktif. Disamping batu batuan vulkanik yang tidak mudah lapuk, batuan induk tanah di lereng muria juga terdiri atas kapur dengan agregat pasir dan debu vulkanik ynag subur, kaya kalsium, magnesium dan besi. Oleh sebab itu, kopi jepara memiliki mutu yang tinggi, karena ketersediaan unsur hara dan mineral dan kualitasnya juga tidak kalah dari kopi kopi lain di jawa tengah.

KOPI JEPARA DAN PELUANG PASAR

Peluang komoditas kopi jepara untuk memasuki pasar kopi baik domestik maupun internasional masih terbuka lebar, karena kopi jepara memiliki karakter yang khas terutama dari segi citarasanya. Dengan terbukanya peluang pasar tersebut, pengembangan potensi komoditas kopi di beberapa sentral produksi perlu dilakukan guna meningkatkan kuantitas produsi dan mutu kopi sebagai langkah membidik pasar potensial. Tanaman kopi sebagai komoditas unggulan perkebunan di Jepara, juga dapat menyediakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani, sehingga menjadikannya sebagai komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian rakyat di Kabupaten Jepara. Kabupaten Jepara juga menjadi salah satu sentral kopi dan sasaram program pengembangandi Jawa Tengah.

POTENSI KOPI JEPARA

Sebagai daerah yang di dukung dengan agroklimat dan kesesuaian lahan, jepara memiliki potensi untuk mengembangkan kopi dengan aroma dan citarasa khas yang mampu menjadi brand image sesuai dengan indikasi geografisnya. Di Jepara juga masih tersedian lahan untuk perluasan areal tanaman kopi, baik Robusta dan Arabika di kawan lerneg gunung muria. Dari sudut persaingan pasar, brand iamge ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Saat ini kopi jepara tidak hanya berupa biji kering ( ose / green bean ), tetapi juga sudah berupa biji sangrai ( roasted bean ) maupun berupa bubuk kopi. Berkembangnya beragam produk kopi Jepara sejalan dengan meningkatnya aktivitas usaha agribisnis kopi sejak dari usaha budidaya, panen, pasca panen dan pengolahan hasil.
Karakteristik citarasa kopi Jepara dapat di deskripsikan sebagai berikut :
-            Fragrance chocolatey
-            Aroma chocolate
-            Body sedang
-            Full balanced


Luas areal pertanaman kopi rakyat di Jepara sekitar 2.429,08 hektar. Produksi kopi rakyat Jepara mencapai 919,012 ton, dengan produktifitas 554 kg / hektar. Daerah penghasil kopi tersebar di beberapa kecamatan, yaitu sebagai berikut :

Tabel 1. Luas tanaman dan produksi kopi robusta di kabupaten jepara

No
Kecamatan
Luas tanaman
(Ha)
Luas tanaman menhasilkan (Ha)
Produksi
(Ton)
1
Mayong
52,85
27,36
10,81
2
Nalumsari
51,77
22,71
6,81
3
Batealit
85,59
81,93
33,43
4
Kedung
5,50
5,50
1,65
5
Tahunan
10,96
4,70
1,25
6
Pencangaan
1,40
1,00
0,50
7
Pakis Aji
156,76
71,77
31,22
8
Bangsri
202,90
160,50
65,16
9
Kembang
548,44
345,00
58,70
10
Keling
1.308,91
933,66
606,88
Total
2.425,08
1.654,13
916,41


Tabel 2. Luas tanaman dan produsi kopi Arabika di Kabupaten Jepara menurut kecamatan

No
Kecamatan
Luas tanaman
(Ha)
Luas tanaman menhasilkan (Ha)
Produksi
(Ton)
1
Keling
14,00
6,5
2,60
Total
14,00
6,5
2,60

Tabel 1. Dan tabel 2. Menunjukkan bahwa Kecamatan Keling dan Kecamatan Kembang merupakan sentral tanaman kopi rakyat yang paling luas diantra kecamatan lainnya. Selain kopi Robusta, 3 tahun terakhir juga sudah mulai berkembang kopi arabika di Desa Tempur pada lahan dengan ketinggian di atas 1000 mdpl dan sebagian tanaman kopi seluas 6,5 hektar sudah mulai berproduksi
Sumber : leflet Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara